Saturday, July 9, 2011

Ticketing Around

If you want to go traveling to and around Arab countries before Ramadhan, please book the ticket in at least, weeks in advance.

Jadi ceritanya, saya punya tiket pulang ke Jakarta dari Istanbul untuk 7 Juli kemarin. Tapi karena faktor kerjaan yang belum selesai, saya mau undur jadwal pulang ke tanggal 11/ 12 Juli. Singkat cerita setelah telpon-telpon temen kantor untuk bantuin hubungin travel tempat kita beli tiket, mereka bilang, tidak ada kursi kosong! dari 9 sampe 25 Juli! Jadilah tiket saya diubah ke tanggal 26 Juli. Langsung pening seketika, mikirin masa iya saya harus pulang tanggal 26 Juli? Dan kalo misalnya kita ganti pake penerbangan lain, sampe kantor bisa dicekik langsung sama finance.

Jadilah saya kalang kabut, kontak temen di Istanbul yang kerja di travel, minta tolong dia yang cariin kursi kosong, dan dalam sekejap, dia langsung memberi kabar gembira dan bikin saya naik darah sama itu travel kantor yang ngurusin tiket. Tiketnya ada: tanggal 9 cuma satu kursi, tanggal 11 harus nambah beberapa ratus dolar, dan tanggal 14 tanpa ada tambahan uang. Jadi yang tanggal 26 itu apaaaaa! Grrrr. 

Tidak bisa dibayangkan betapa ribetnya beberapa hari setelah itu karena urusan tiket ini. Saat mau bayar tiket itu by on line, temen saya bilang, ternyata kartu kredit yang bayar harus sama namanya dengan pemegang tiket. Dan saya sedang tidak di Istanbul. Saya minta dia bayar cash ke kantor Airways-nya, dia sedang sibuk banget dan nggak punya waktu. Saya mau kasih kartu kredit saya, nggak mungkin lah ya, karena nggak bisa ganti PIN langsung seperti ATM, lagian limitnya ga cukup, haha ndilalahhhhhh (alasan sebenarnya keluar). Jadi mulailah kasak-kusuk cari temen mahasiswa yang tinggal di Ankara atau Istanbul, eh yang kebetulan dikenal ternyata sedang vakasiyong ke Barcelona. Ihhh enaknyooo... 


Ujung-ujungnya, karena mau pasti dan ga mau ada kemungkinan itu kursi diambil orang karena kita belum bayar, saya sendiri yang telpon itu travel dengan nada tinggi langsung, "Halo Pak D****, saya nelpon dari Irak sekarang, dan saya minta tiket saya diubah ke tanggal 11. Masa iya Bapak kasih saya tanggal 26? segitu penuhnya? temen saya di Istanbul bilang tiket tanggal 11 ada kok! Dan entah itu bayar apa nggak, dan siapa yang bayar saya nggak mau tau, itu tiket harus diubah tanggal 11!!" Ihh kalo saya jadi dia juga denger suara kayak saya waktu itu pasti gondok berat dan sekaligus mengkeret. Hihi.. Dan sodara-sodara, emang ya kadang-kadang, kalo udah begitu baru deh mereka mau usaha cariin tiketnya. Beberapa menit kemudian dia telpon saya balik, dan bilang, itu kursi memang ada, tapi beda kelas, dan dia akan urus langsung. Tuhh kannnnnn. Kenapa sih harus marah dulu kitanya? Kemarin waktu yang ngurusin temen saya di kantor, dengan baek-baek, nggak begini hasilnya. Beberapa jam setelah, itu, nomor eticket baru dan beserta email tiket baru pun langsung saya terima! Horeee! Suka dengerin gue marah emang yah ni orang-orang. Haha.

Kerjaan sudah beres, dan pulang masih tanggal 11. Dan kemarin masih tanggal 8. Lumayaaaann dong bisa jalan-jalan di Istanbul! Yuukkk kita pesen tiket ke Istanbul dulu. Gampanglah dapetnya. Saya di Irak Utara ini, serame apa sih orang bolak-balik Erbil-Istanbul tiap hari? Irak gitu lohhh, siapa sih yang mau jalan-jalan ke sini? Traffic-nya nggak akan serame tempat wisata lah ya. Dengan optimis kita ke travel, dan harapan jalan-jalan di Istanbul selama 3 hari musnah sudah. Flight-nya penuh semua bok! Sampe tanggal 15 Juli. Dan itu dikarenakan semua orang bepergian dan menyelesaikan urusan mereka sebelum bulan puasa Agustus nanti. Masya Allahhh, pada soleh banget sih! Mungkin karena bulan puasa dan suhu Agustus nanti nyampe 50 derajat Celcius yaa? *toyor kepala sendiri*

Dengan muka memelas dan kebingungan (yang sangat natural karena bukan akting), saya minta mereka bener2 cari tiket, dan kelas apapun! Paling telat tangal 10 (dan ini travel ketiga yah, btw). Dan bertemulah saya, dengan satu kursi kelas bisnis, satu lagi ekonomi, yang ternyata adalah kursi si yang punya travel. Dia sepertinya bikin keputusan untuk nggga jadi ke Istanbul selama kita di sana deh, karena tadinya bilang nggak ada kelas ekonomi. 

Kalo nggak jodoh emang ya nggak jodoh ya, tiket sudah di tangan, tanggal 10 sore ke Istanbul, 11 malamnya pulang ke Jakarta. Beberapa jam saja deh bobo-bobo dan jalan-jalan ke Taksim dan Sirkeci karena deket hotel nginep nanti. 

Anyway, karena sudah sebulan lebih kerja, prospek untuk pulang dan menginjak Jekarda dalam waktu kurang dari 90 jam tetap saja bikin hati ini ber hip-hip-huraaa! Yeyyy! 

Meanwhile, saya bobo-bobo, main internet-an lagi, dan klik-klik TV aja deh. Zzzzzzzzz.... 

No comments:

Post a Comment