Friday, January 22, 2021

 





You know what most often words we say when we talk about the past?

It’s in the past, there’s nothing there. Nothing you can do about it.


Truth is, there’s always something there. 

Lurking at you. Waiting for the right time to show it self again, ruining everything once again, again, and again.


I used to think it’s just a pause left there. You cant replay it, no matter what. But the thing is, it doesn’t mean emptiness, not necessarily void. 


Its just a sad life we’re living, don’t you think?


We hold on to our each sorrow for the rest of our life. Sometimes hiding it, faking everything in the name of happiness. 



Thursday, September 15, 2016

Sorry.

Anything can bring you back to the past. Books, musics, words, persons, anything. Rarely a  flashback, but most of the time, it just stays there, making you smile or regret or weep for the things you'd never been done, steps you never had taken, decisions you never made, things you left for good.

places you didn't have the chance to visit. hands you didn't shake. apologies you didn't say.

Wednesday, February 17, 2016

-

You made me pray to God to never let me meet someone like you for the rest of my life. Once was more than enough.

Wednesday, January 6, 2016

Future is Here

I thought I was gonna write I skip 2014, hello again. Then I looked at it, oh my God, I skip two years altogether!

I know I'm probably the one who will see this blog (I guess I only see it once in 2015, whats here to see anywayyyyyy).

Even though there were some times I felt dying to write this blog, I just had no idea why, I didn't do it. Not because of laziness, I mean I work in front of computer for most of the time, no kidding, I'm working for 8-9 hours at least in front of computer for 5 days a week. My laptop is my actually one of the thing that is closest to my basis daily life, but still, I didn't write.

It was reluctant I suppose. I don't know. Since I know how to blog post high school (million years ago I know), I always have blog, and been abusing it to tell (unimportant) stories, expressing angry (haha BIG time), you know, mumbling stuff like commenting on US presidential election, or earthquake, or movies, or once in a year saying HAPPY NEW YEAR (!!). Seriously I did it all.

Never call my self a blogger just because I never was, no need to ask. But these two years, God knows where my mind was. And why I keep on typing only on social media, damn you Path!

So lets do a quick call of what has happened in two years. I got older, of course, my baby is now a little boy, talk so much, so clever, so cute, and so on and so on you can't actually stop me talking about him. I still have the same husband (ha!) and he's still the best (I wrote it because actually I'm afraid he's gonna find this--if he ever will--and mad if I made no mention of him at all).

 I've moved from old office after 6,5 years, and entering second year in new office. Some of my closest person passed, friends come and go and when they're gone, I just learned that it hurts me so much more that broken-up-with-boys-hurt.  Some stay and I love them even more, can't imagine how to live without this baes *smooch.

But after all, it's just same ol me. I still can't make any resolutions through new years, or birthdays, or anniversaries and such (this one doesn't count). And I still love sarcasm, and lame jokes, and will never be a believer for a total positivism.

Oh and speaking of believer, you must know that Justin Bieber finally make a good music in 2015, and no, I won't call my self a Belieber.

 I really hope this isn't my last post in 2016 *crying*.


Saturday, February 9, 2013

Gong Xi Fa Cai...

Dear cicih dan kokoh,

semoga tahun ini semua hoki dan sejahtera.
bumi dan langit merestui.

XOXO

This Is F Awesome

Sepertinya sudah berdosa karena mengenalkan lagu se-eksplisit ini ke Pijar. Abis gimana enak banget di denger -__-


Blog Roll

Waktu dulu getol-getolnya nulis di blognya friendster, ada satu blog temen virtual (temen tapi belom pernah ketemu muka sampe sekarang soalnya haha) yang saya doyan banget kunjungin karena isinya berat edan, tapi enak dibaca. Nulisnya jago, sampe saya bingung kenapa ni orang nggak jadi wartawan aja padahal kerjanya juga di media. Jadi kalo misalnya diriku mau nyari-nyari referensi pilem dan musik bagus, saya suka bertandang ke blognya. Kenapa jadi jarang bertandang? Karena semenjak saya malas nge-blog, ya buka-buka blog orang lain juga jadi malas. Zzzzzz.
Dulu sih, suka ada tulisan curhatnya juga, tapi sekarang tak pernah ada lagi. Pemirsa kecewa! Anyway, worth your time to visit : End of Sanity 

What Type Are You? :)


ehhayyy. apa kabar semuwahh?

Kemana aja sih yang empunya blog? Udah lupa jeung, sama resolusi nomber sekian soal komit sama blog ini??? Hihi, tentu tidaaak. Masalahnya dua minggu ini, selain tetap jadi emak super hebat bagi Pijar, saya juga uda mulai kerja! Hebat yaaa. *hueks.

Gimana rasanya jadi working mom? Seneng? Bahagia? Ngerasa hebat? *contreng yang terakhir aja* Jadi kalo mau jujur, beginilah kondisinya. Karena mulai masuk kerja waktu Pijar udah 4 bulan, jadwal tidur tentunya tak separah saat awal mula di 3 bulan pertama. Pijar bobonya ganteng, mulai ngantuk jam 7 malam (kebiasaan ini butuh perjuangan loh ya, jangan salah, zzzzz), dan dia akan bobo sampe subuh. Paling sering bangun 2 kali. Kalo laper. Yang bertugas nyusuin malam ya suami (kecup dulu dikit), tapi saya juga harus bangun juga tiap malam untuk merah. Kenapa merah? Ya nanti ya ceritanya untuk yang ini. JANJI.
Sebelum berangkat kerja, ritualnya merah, lalu kemudian mandiin, endebra endebre, jemur-jemur dikit kalo lagi panas, tapi dua yang pertama itu yang paling penting. Sejauh ini lanchar, meski kadang agak sirik, kenapa bukan suami gue yang ngelakuin banyaknya ritual ini? Dia kerja, saya kan juga kerja bukan? Mau nyalahin takdir? Karena saya perempuan saya harus lakuin itu semua? Padahal saya juga melakukan yang dia lakukan? Capek ya berfilosofi begini terus, this is too much drama people! Jadi yastralah saya lakuin aja. Jangan salah ya, bukannya nggak ikhlas hloh. Ikhlas banget, apalagi yang namanya mandi itu sepertinya aktifitas yang paling disukai Pijar, mukanya sumringah seneng banget kalo mandi, jadi saya juga bahagia banget liatnya. Bahkan sebenarnya hati ini agak pedih, waktu mulai kerja perihal mandi sore Pijar harus diserahkan sama si mbak. Ihikk. Tapi jujur deh ibu-ibu, sering nanya ke diri sendiri nggak sih, soal-soal peran orang tua yang harusnya jadi tanggung jawab sama-sama-sama-rata ini?

Di kantor, selain kerja (coba yang tau gue ngapain di kantor ga usah sotoy ya hahaha), saya ya merah juga. Nah! Dari merah bersama para ibu-ibu inilah, bayangan soal karakter ibu-ibu yang selama ini ketebak dari forum-forum, ngobrol lewat BBM, atau status-status social media mereka jadi terpampang nyata *eh ada yang nonton IMB*.

Karena selama beberapa bulan jadi Ibu ini, sebelum masuk kerja, saya kan kalo memang ketemu ya sama temen deket sajah, yang tentunya punya karakter sama-sama keren. Yang tipenya beda-beda itu, baru ketauan sekarang. Dan berdasarkan pengamatan nggak ilmiah ini (bukan dari tempat kerja aja tentunya ya pemirsah), IMO, ibu-ibu itu bisa dikelompokkan menjadi beberapa tipe:

1. Idealis Garis Keras. Gimana nggak garis keras, semua harus super ideal. Kalo nggak ideal, ya salah. HARUS ASI eksklusif. Sufor haram hukumnya. Bener sih, tapi keseringan nih ya, mereka jadi ikut nge-judge ibu-ibu lain yang misalnya, nggak bisa ngasih ASI eksklusif ke bayi mereka. Wong ceritanya juga belum denger kok udah nyalahin? Dan kalo udah denger, eh tetep nyalahin. Apapun yang tidak sesuai dengan garis mereka, ya salah. GALAK pokoknya. Susah sih emang untuk nggak merasa bener sendiri itu, tapi orang kan beda-beda jeung. Kalo ada yang MPASI nggak pake bahan organik semua, bukan berarti nggak sayang sama anak kali ah. Wolesss...

2.  Males. Males loh ya, bukan santai. Soal ASI misalnya, ada yang memang dari awal memutuskan untuk nggak mau kasih ASI ke anaknya dengan berbagai alesan. Ada yang udah usaha tapi apa daya ASI nggak keluar atau nggak cukup. Yang males ini, dia punya ide di kepalanya soal mau ngasih ASI, gembar-gembor, tapi males usaha. Salah satu subjeknya ini sebetulnya kakak saya sendiri, makanya jad tau, hyuk :p. Contoh lain, ya ibu-ibu yang kalo ke mall, bawa tas belanjaan segambreng-gambreng banyaknya, tapi anaknya digendong baby sitter. Kebalik kaka....

3. Mama Rock n Roll. Kenapa rock n roll? Karena saya suka aja sih, hihi. Keren kedengerannya. Maunya yaaaa, kita-kita ini masuk kesini aja deh. Usaha yang terbaik untuk anak sendiri, tapi ga usah lebay. Ga pake prasangka dan judgement sama cara orang lain ngasuh anaknya. Anak dilindungi itu perlu, but hey, it's a jungle out there! We have to prepare them to this jungle by not protecting them too much. They need to learn from the very beginning. Menurut gue loh ya :)

Apakah saya secara nggak langsung sudah men-judge karena mengelompokkan begini? Bisa jadi, tapi niatnya nggak jahat kok, buibu.... piss yaaaa :D 

Tuesday, January 22, 2013

Unexplainable

It just feels like I gave up everything but ended up getting none. Or maybe way less than I expected.
Compromised to a lot of things, but still not being understood.